Dua Oknum Polisi di Semarang Jalani Sidang Etik Terkait Pemerasan Remaja

Dua Oknum Polisi Pelaku Pemerasan Remaja di Semarang Jalani Sidang Etik

Dua oknum anggota kepolisian di Semarang menjalani sidang etik karena diduga melakukan pemerasan terhadap seorang remaja. Keduanya diduga meminta uang kepada remaja tersebut dengan ancaman akan diproses hukum terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Sidang etik ini dilakukan untuk menentukan sanksi internal terhadap kedua oknum polisi tersebut.

Bapas Semarang Gandeng BRI Pattimura untuk Optimalkan Layanan Keuangan

Optimalkan Layanan Keuangan, Bapas Semarang Gandeng BRI Pattimura

Bapas Semarang bekerja sama dengan BRI Pattimura untuk meningkatkan layanan keuangan bagi klien pemasyarakatan. Kerja sama ini bertujuan untuk mempermudah akses layanan perbankan dan mendukung program reintegrasi sosial. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi klien dan masyarakat.

Warga Semarang Laporkan Oknum Damkar yang Memalak, Tuai Pujian Netizen

Warga Pilih Lapor Petugas Damkar Usai Kejadian Pemalakan di Semarang, Tuai Pujian Netizen

Seorang warga di Semarang mendapatkan pujian dari netizen setelah melaporkan oknum petugas pemadam kebakaran yang melakukan pemalakan. Kejadian ini kembali memunculkan sorotan terhadap praktik pungutan liar yang masih terjadi. Warga tersebut berani mengambil tindakan tegas meskipun sempat mendapatkan intimidasi.

Kreak Bikin Ulah Lagi di Semarang

Lagi, Kreak di Semarang Bikin Ulah

Aksi kriminal kembali terjadi di Kota Semarang. Seorang pria terekam kamera CCTV melakukan perusakan di sebuah rumah. Polisi tengah menyelidiki kasus ini.

Prof. Arief: Hukum Bukanlah Komoditas yang Diperjualbelikan

Munas ke-3 IKAFH Undip Semarang, Prof Arief: Jangan Jadikan Hukum Komoditas yang Diperjualbelikan

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Arief Hidayat, menekankan pentingnya menjaga integritas hukum dan mencegahnya menjadi komoditas. Hal ini disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAFH) Undip Semarang. Prof. Arief mengingatkan bahwa hukum seharusnya ditegakkan berdasarkan nilai-nilai keadilan dan kebenaran, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.